Review Novel: Rahasia Hujan

10639440_10202761117965164_8654401422214569891_n

 

 

Ini pertama kalinya lho saya dapet THR berupa buku hohohohoooo bisa dibilang begitu dapet buku ini tuh rasanya bagaikan menemukan sebuah oase di padang pasir. Lebay? Nggak kok. You know lah kalo orang lagi skripshit-an terus dapet buku bacaan yang bisa jadi ‘teman untuk melupakan penat’ pasti girang kan? Apalagi dapet ttd penulisnya, Adham T Fusama hohohooo

 

10468077_10202761117645156_3745407613762762022_n

 

 

 

 

 

 

Saya hanya butuh waktu dua hari saja lho untuk membaca novel ini. Dari segi diksi, disajikan dengan ringan namun penuh makna. Dari segi bobot, sebaliknya. Seperti endorsement saya tentang novel tersebut (ehem) novel Rahasia Hujan menggugah emosi pembaca. Ibarat lukisan yang diperkaya dengan warna-warna yang tidak mencolok namun meninggalkan makna yang cukup dalam bagi siapapun yang melihatnya.

Sejak awal cerita ini memang mengisahkan tentang Anggi si anak baru pindahan dari Jepang. Sayangnya Anggi yang sangat pendiam membuat Pandu merasa iba (karakter kedua tokoh ini berlawanan sekaligus kuat) sehingga Pandu tetap bersedia menjadi kawan baik bagi Anggi. Hal ini membuat Nadine (pacar Pandu) dan Mamet (sohib Pandu) pun otomatis berteman dengan Anggi. Ajaibnya, meskipun masih banyak tokoh-tokoh yang lain dalam novel ini, tidak ada tokoh yang ‘mubazir’ menurut saya.

Alurnya sendiri unik. Kenapa unik? Selain kosakata yang ringan, alurnya sendiri dibuat dengan apik sehingga pembaca bertanya-tanya “bagaimana cerita ini akan berakhir?” dan bukan diarahkan kepada pertanyaan “akan seperti apa akhir dari cerita ini?” tanpa proses penceritaan yang njelimet. Ada beberapa typo, tapi sedikit. Ada kosakata yang kurang tepat, tapi sudah dibahas di review lain xD (salah sendiri telat nge-post review).  Aduh apalagi ya? Pokoknya  apapun ekspektasinya, nggak akan nyesel deh baca novel ini. Terlebih adegan-adegan dalam cerita terasa lebih ‘hidup’ karena cerita ‘dibumbui’ dengan baik, salah satunya yaitu dengan karakter tokoh favorit saya, Mamet :3 penasaran kan? Hehe

Soal ending, awalnya saya merasa ada bagian tidak perlu dijadikan komponen, tapi setelah selesai membaca dan menutup buku tersebut justru kesan dan makna yang ditinggalkan semakin mengendap dan mengendap…dan pada akhirnya saya sarankan pada kalian untuk tidak membaca cerita ini bila ingin bermimpi indah.

Sekian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s