Mencintaimu

Wah, tidak terasa apdetan indonesianpickupline bakal molor berat 😦 maaf banget ya (kayak ada yang nungguin aja). Sebagai gantinya, saya posting cerpen (?) ini. Masih seputar dunia romansa, kok hoho.


Mencintaimu

Tak selamanya sesuatu yang indah dapat dilalui dengan mudah, begitu pula sebaliknya.

Terutama dalam cinta. Ada yang bermula dari mata lalu turun ke hati. Atau dari kekaguman semata yang kian tumbuh dan tumbuh menjadi cinta. Begitu banyak asal mula rasa cinta; seringkali pula cinta datang begitu saja.

Dan itulah yang kurasakan padamu. Cinta datang dan bersemi. Jatuh dan enggan bangkit lagi.

Garis bawahi kata enggan. Pernahkah kamu mendengar kata-kata, ‘falling in love is not a choice, stay in love is’? Kurasa memang sulit bagiku untuk mengutarakan alasan cinta yang kurasakan padamu.

“Kenapa kamu baru bilang sekarang?” Aku kembali teringat pertanyaaanmu padaku tempo hari. Kenapa? Kali ini aku bertanya pada diriku sendiri. Katakan saja aku bodoh, tapi aku memang tidak tahu jawaban apa yang harus kuberikan untukmu. Kita berdua sudah saling mengenal bahkan sejak kita masih balita, kan? Sudah pasti jatuh hati pada pandangan pertama padamu bukanlah alasannya.

Bosan. Kurasa, aku bosan menjalin pertemanan denganmu selama ini. Ya, aku bosan. Itulah kenapa aku selalu meluangkan waktu untukmu. Memberimu apa yang kau butuhkan tanpa peduli berapa banyak biaya yang harus kukeluarkan. Selalu menjadi pendengar yang baik untukmu.

Dan aku tidak menemukan alasan untuk menyatakan cintaku padamu. Untuk apa menyatakan cinta kalau aku dapat menunjukkannya?

Sungguh, bukannya aku seorang pengecut. Bagiku, kesungguhan cinta membutuhkan bukti dan bukan pernyataan. Gadis seelok dan sebaik dirimu terlalu berharga bila hanya medapatkan pernyataan cinta semata.

Jadi, biarlah aku menelan pil pahitku—merelakanmu bersama seseorang yang kau cintai—untuk kemudian menunggumu kembali untuk memberiku kesempatan menjadi pendampingmu.

Biarlah. Sudah kubilang, tak selamanya sesuatu yang indah dapat dilalui dengan mudah.

Dan bila kau bertanya lagi kenapa aku tetap ingin menunggumu, aku punya jawaban yang akan kujawab bahkan tanpa berpikir.

Karena mencintaimu adalah hal tak terelakkan, sekalipun itu adalah sebuah kesalahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s