Aku; Lena

Namaku Lena. Elena adalah masa lalu dan dia telah kubunuh oleh tanganku sendiri.

 

Elena harus mati. Dia tidak berhak hidup. Tak seharusnya dia masih berkeliaran dan memengaruhi diriku lagi.

“Kau ingin membunuhku? Coba saja! Hahahaha,” ejek Elena padaku, lengkap dengan tawanya yang menyebalkan. Tertawalah, Elena. Tertawalah sepuasnya karena itu akan jadi tawamu yang terakhir.

“Kau pikir aku tidak bisa?” dengusku. Kuraih gunting yang tak jauh dari keberadaan tanganku. Permukaan gunting itu dingin, sedingin marmer permukaan wastafel. Dingin yang nanti akan menyambut kematian Elena. Secepatnya.

“Waw. Kalau begitu, resmikan saja kematianku. Kelak kau akan menyadari tanpa diriku kau bukanlah apa-apa.”

“Aku? Tanpa dirimu? Tentu saja aku akan menjadi lebih baik. Tidak akan ada lagi yang mempermalukanku lagi di depan umum. Tidak ada lagi perbuatan cerobohmu yang mengakibatkanku hampir mati!” geramku. Detik kemudian aku tersadar kedua tanganku mengepal—salah satunya mengepal pada pegangan gunting. “Kau membuatku hampir mati, Elena!”

Wajah di hadapanku tampak muram. “Aku bisa memperbaiki—”

“TIDAK!” teriakku. “Itu adalah kesekian kalinya kau membahayakan hidupku. Pertama kali adalah saat kau ceroboh saat aku menari di panggung sehingga aku terjatuh. Yang kedua lebih buruk—kau mempublikasi foto-foto pribadiku. Ketiga dan keempat adalah saat-saat memalukan yang UNTUNGNYA tidak diketahui orang lain. Lalu, terakhir kali adalah dua bulan lalu saat aku menyetir di kelokan kawasan Puncak dan dengan bodohnya kau terus mengganggu konsentrasiku hingga aku berakhir di rumah sakit!” tukasku melalui sela-sela gigi. “Kau menghancurkan semuanya! Aku harus membunuhmu, Elena!” erangku.

Wajah di hadapanku tampak terkesiap. Kumantapkan pegangan tanganku terhadap gunting, bersiap memotong bagian pertama. Krek. Krek. Kuharap ini berhasil. Krek. Krek. Aku mulai terbiasa dengan suara itu. Beberapa potongan lagi dan semuanya akan segera berakhir. Nasib Elena akan segera berakhir. Enyah kau, Elena.

“Kau… akan menyesal…,” rintihnya tanpa kupedulikan. Gunting di tanganku terus bergerak dan semakin banyak potongan yang terjatuh pada ubin keramik di sekitar kakiku. Baguslah.

Tentu saja aku tidak akan menyesal. Aku bukanlah si ceroboh, melainkan Elena. Elena yang suka bicara tanpa berpikir. Elena yang gemar memamerkan rambut panjangnya. Itu sama sekali bukan diriku: diriku yang asli begitu bijaksana dan terkendali.

Perasaan buncah lega menyambutku; membuatku tersenyum hingga ke sudut kedua mata. Dalam pantulan cermin di hadapanku hanya ada gadis berambut pendek dengan tatapan antara takjub dan kagum. Inilah aku—tanpa rambut panjang kesayangan Elena pun kerlingan genit khas si ceroboh Elena. Semua ini sudah cukup bagi raga dan jiwaku. Sudah cukup aku merasakan kehilangan kesadaran hingga pendarahan hebat dan tak sadarkan diri selama berhari-hari akibat insiden dua bulan lalu. Sudah cukup aku melangkah terlalu dekat dengan kematian. Mulai sekarang, tidak ada lagi kecerobohan dalam diriku. Mulai sekarang, hanya ada aku yang bernama ‘Lena’. Selamat tinggal, Elena. Selamat tinggal kepribadianku yang dulu.

Namaku Lena. Elena adalah masa lalu dan dia telah kubunuh oleh tanganku sendiri. Kugemakan kalimat itu terus menerus dalam pikiranku. Setidaknya, alam bawah sadarku menyadari makna kalimat tersebut. Bukankah sebuah perubahan harus melibatkan alam bawah sadar?

Namaku Lena. Elena adalah masa lalu dan dia telah kubunuh oleh tanganku sendiri. Kalaupun suatu hari nanti aku kembali pada-Nya, setidaknya itu sama sekali bukanlah campur tangan dari Elena. Selesai dengan potongan-potongan rambutku yang seluruhnya kini berserakan di lantai, kugerakkan kedua tanganku untuk membawa kursi roda penyangga bobot tubuhku ini meninggalkan kamar mandi.

 

 

 

TAMAT

 

flashfiction ini dibuat dalam rangka mengikuti #ElenaGA2016 –

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Aku; Lena

  1. Memang seharusnya dia mati saja _(:’3 terima kasih sudah mengikuti GA dadakan ini _(:’3 elena terharu *ambil tisu*

    Pas banget xD gunting xD ✂️✂️✂️✂️✂️ Elena suka gunting (uhuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s