Review Buku : Ghost Among Us

28502165

 

Judul               : Ghost Among Us

Penulis             : Ambrose Bierce, Edward Frederic Benson, E. Nesbit, Mark Twain, Sabine Baring-Gould

Penerbit           : Grantika Publishing

Tebal               : 197 halaman

 

Sinopsis:

 

Aku berbaring dan berselimut di tempat tidur sambil mendengarkan suara hujan, angin dan derit samar jendela-jendela di ruangan yang jauh, hingga suara-suara itu membuaiku tidur. Tapi tiba-tiba saja aku terjaga dan diliputi ekspektasi yang sangat kuat. kemudian selimutku mulai bergeser perlahan-lahan ke arah kaki tempat tidur, seperti ada yang menariknya! Aku tidak sanggup bergerak, tidak sanggup berkata-kata. Selimut terlepas dari peganganku. Aku mengerang. Erangan sahutan terdengar dari kaki tempat tidur! Kemudian aku mendengar langkah-langkah berat di kamarku… Sewaktu kepanikanku sudah memudar, aku berkata pada diriku sendiri, “Ini hanya mimpi, Hanya mimpi yang menyeramkan.”

Tetapi benarkah itu hanya mimpi? Kadang hal yang paling menakutkan bukanlah kenyataan yang terefleksi dalam mimpi buruk, melainkan kenyataan yang seakan menyerupai mimpi terburukmu!

Dalam buku ini, kau akan menemukan kisah-kisah horor yang akan membuatmu merinding, membuatmu tidak berani tidur sendirian dalam gelap, dan menjadi lebih awas terhadap sekitarmu. Buku ini adalah salah satu buku yang akan membangkitkan mimpi burukmu.

 

 

Jadi, novel ini sampai ke tangan saya melalui proses. Proses itu berupa kuis yang saya ikuti di twitter bulan Februari lalu. Tada! Alhamdulillah saya menang dan langsung deh buku ini dikirim ke rumah saya. Terima kasih, klinik Tong Fang Grantika Publishing :*

 

Ca19lCXUcAA6c2-.jpg

Ca19m2lUsAAy9EY.jpg

 

Bukunya memang tiba di rumah saya tanggal 10 Februari dan tamat baca tiga hari setelahnya, sih, tapi saya baru sempat menulis review sekarang karena satu dan lain hal (halah).

 

Mari kita mulai dari Judul. Ghost Among Us ini adalah kumpulan cerita horror yang diterjemahkan oleh Penerbit Grantika Publishing ke dalam Bahasa Indonesia (yaiyalah, masa bahasa alien :v) lalu setelah baca entah kenapa saya ketagihan baca cerita horor! Saya juga berharap bisa menulis cerita horor sih (suatu hari nanti, entah kapan haha) Pokoknya buku ini saya suka.

 

Ehem. Sekalian bahas judul, cover, dan sinopsis dulu deh. Sebenarnya gak ada masalah, sih. Ketiga hal itu justru punya daya tarik jitu untuk menegaskan kesan horor sekaligus menyulut rasa penasaran (halah) para pembaca. Saran saya, kalau baca novel ini malam-malam biar gereget, tapi jangan dihabiskan satu malam karena dikhawatirkan malah gak akan bisa tidur sama sekali saking gelisahnya. Serius.

 

Omong-omong, sinopsis di atas itu diambil dari cerita ‘Kisah Si Hantu’ karangan Mark Twain. Kisah ini unik sekaligus horor, tapi lebih dapat horornya dibanding uniknya (kenapa unik? Silakan baca sendiri heheheh). Nah kalau cerita horor yang cukup ‘ngena’ tuh cerita pembuka karangan Edward Frederic Benson karena saya langsung gelisah begitu selesai baca (iya, saya orangnya penakut). Sebenarnya semua kisah di novel ini benar-benar horor semua (apalagi ini kumpulan cerita horor klasik semua, cyin!), tapi beberapa di antaranya benar-benar berkesan untuk saya pribadi. Seandainya saya mendengar novel GAU ini di lain waktu, cerita yang langsung terbayang di benak saya adalah… karya-karya E. Nesbit.

 

Nih, salah satu penggalan dalam cerita beliau:

 

Kalau begitu pilihlah—pilihlah dengan bebas—apa kau bersedia melepas surga demi aku, seperti aku melepas surga demi kau? ”  ( hlm 157)

 

Aw. Merinding-semriwing gimana gitu jadinya. Hiyyy… Lalu satu lagi cerita tentang pencuri yang, secara keseluruhan cerita justru menekankan sebuah nilai di balik cerita horor itu sendiri. Maknanya dalem kalau yang ini. Itulah kenapa aku juga suka cerita itu.

 

Satu lagi, kali ini penggalan cerita karya Edward Frederic Benson.

 

“Sebotol wiski untuk Monsieur,”

“Tapi saya tidak pesan wiski,”

“Ah, pasti untuk teman Anda,”

“Tapi tidak ada orang lain di sini,” kataku. “Saya sendirian.”
(hlm.8)

Hiii…ngeri!

 

Lalu, soal bahasa. Biasanya saya sensi ngomentarin diksi atau kata-kata rancu dan lain sebagainya dari segi tata bahasa Indonesia. Nah, kalau di novel ini—ini jujur loh—gak ada yang harus saya komentari. Terjemahannya oke dan rapi. Udah. Gitu aja. Hehehe

 

Akhir kata, saya cuma mau menyarankan novel ini untuk penggemar cerita horor keren. Dijamin nggak akan nyesel bacanya. Untuk novel GAU ini saya beri rating 4/5. Semoga ke depannya Grantika Publishing juga bisa menerbitkan cerita-cerita horor lagi hehehe

 

Sekian dan terima kasih (:

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Review Buku : Ghost Among Us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s