Review Novel Love Theft 1 & 2

Judul : Love Theft #1, Love Theft #2

Penulis :  Prisca Primasari

Rating Love Theft #1 on Goodreads : 3.85/5

Rating Love Theft #2 on Goodreads : 4.05/5

Rating Love Theft #1 dan #2 dari Shelly Fw : 5/5

Sinopsis Love Theft #1 :

Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan.

Untunglah, dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang “dipanggil” Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati, Frea jatuh cinta padanya, meskipun tidak pernah mengakuinya.

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya? Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang dia pikirkan? Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustrasi. Dan sangat khawatir.

 

Sinopsis Love Theft #2:

Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing.

Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.

Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.

===

Elegan.

Satu kata itu sayah rasa sudah cukup mewakili cerita Love Theft. Kalau di novel pertama lebih fokus pada unsur crime-action-misteri, di novel kedua ini cerita memiliki elemen tambahan romance yang cukup kuat. Bagaimana pun juga, bahkan sampai halaman terakhir buku ini, kesan elegan tetap tak pudar (halah). Maklum, LT ini adalah karya pertama kak Prisca yang sayah baca dan sayah sudah jatuh cinta dengan gaya kak Prisca dalam LT. Fix lah kak Prisca juga jago ‘mencuri’ hati pembaca xD

Plot-nya cukup kompleks. Sayah rasa novel ini bukan hanya menggunakan plot driven, tapi juga character-driven. Artinya, cerita nggak hanya berkembang dalam plot, tapi juga dalam karakter.

Karakter yang paling sayah suka adalah Night >,< (omg he’s so damn perfect) dan bagian Night yang paling sayah suka adalah ketika Night mencuri sekaligus mengendarai mobil Ferrari sambil dadah-dadah ke lautan manusia di sekitarnya HAHAHAHAHAHAHA. Bagian paling favorit itu waktu Night, Liquor, dan Frea mencuri dan kepergok oleh anak kecil, akhirnya Night membuka topeng dan bilang, “Kami peri kupu-kupu.” sambil mengeluarkan kupu-kupu putih dari mason jar. Lalu, sayah bisa membayangkan bagaimana ekspresi Liquor waktu membuka topeng dengan enggan karena disuruh oleh Night. HAHAHAHAHAHA di situ sayah ngakak.

Kalau momen Frea-Liquor, sayah suka adegan mereka berdua bertemu untuk yang pertama kalinya. Di situ Frea keren. Banget. Liquor juga, sih. Hehe.

Buat yang bertanya-tanya ada apa di balik kata ‘sayah’ di sini yaitu karena karakter Coco Kartikaningtyas (mudahan sayah nggak salah nulis nama ini) memang bicara dengan gaya yang demikian, yang mana kata ‘saya’ dia ucapkan ‘sayah’. Sebegitu kuatnya cerita LT memengaruhi sayah, ya? Tapi memang begini adanya. Sayah suka dengan semua karakter di LT, tbh. Dan karakter Coco ini unik, asik, sekaligus minta dicekik HAHAHAHA. Salut pokoknya buat character development semua tokoh dalam LT. Matang.

Ada sayah, ada labah-labah. Mungkin kata ‘labah-labah’ di sini sengaja dibuat seperti ini alih-alih menjadi ‘laba-laba’, tapi karena sayah udah menikmati cerita ini dari awal, hal ini nggak masalah buat sayah.

Gaya bahasa para tokoh dalam dialog menggunakan ‘saya-kamu’, tapi uniknya semua dialog nggak ada yang terkesan kaku. Justru keren, loh. Belum lagi unsur musikal yang seolah dapat sayah dengar melalui biola Frea dan piano Night. Tambah lengkap aja nih kualitas Love Theft.

Ah, Love Theft keren pokoknya. Oya, satu lagi. Ada momen gereget tentang Tarantula. Tarantula yang adalah seorang hacker ternyata sampai memasang cctv di mobilnya segala. Di situ sayah rasanya pengin bilang ke Tarantula, ‘kamu itu hacker apa pemburu hantu, Tar?’

Oke. Abaikan. Itu hanya pemikiran absurd sayah :v Di satu sisi, tokoh Tarantula sangat manis dan romantis huhuhuhu. Jadi pengin punya pacar macem Tarantulaaaa huaaa.

Selebihnya, ehem, mungkin tentang cover. Warna pink-nya menurutku menimbulkan kesan romance yang dominan, padahal kan nggak juga. Itu aja, sih. Hehe.

Sekian ulasan sayah. Oya, DITUNGGU BANGET LANJUTAN LOVE THEFT ALIAS LOVELY HEIST-NYA YA, KAK PRISCA ❤ 😀 😀 😀

 

Review Shelly Fw di Goodreads dapat dilihat di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s