Review Novel Diary Of An Unpopularity

30641210

Judul : Diary Of An Unpopularity

Penulis : Nurina Zahrah ‘Crowdedrina’

Penerbit : Loveable

Rating on Goodreads : 3.19/5

Rating from Shelly Fw: 4.5/5

Sinopsis : Cameyla Atwood adalah gadis kikuk yang memiliki satu teman. Walau otaknya secemerlang Einsten, kehidupan sosialnya sama sekali tidak bisa masuk dalam kategori hebat. Ia kerap menjadi bahan penindasan dari teman-teman satu angkatan, senior, bahkan kakanya. Namun ia tidak pernah melawan. Ia tidak apa diperlakukan begitu selama bisa mengejar segala tujuan hidupnya, yaitu kuliah di Universitas Harvard dan menjadi peneliti.

Kehidupan Cameyla mendadak berubah ketika ia datang ke acara premiere film bergengsi di Amerika. Siapa sangka ia adalah bagian dari keluarga Atwood yang terkenal. Semua terkejut saat mengetahui fakta aktor Gary Atwood dan model Juliana Anderson memiliki anak selain Carter Atwood dan Carla Atwood. Terlebih, Carter, Carla, dan Cameyla berada dalam satu sekolah yang sama dengan status sosial yang jelas-jelas bertolak belakang.

===

 

ALL HAIL BILDUNGSROMAN NOVEL! YAY! 

Pertama-tama, terima kasih pada kak Dini Afiandri yang telah memberikan novel ini untuk saya (kebetulan ber-ttd jugak!) 😀 Walau saya sudah membacanya di Wattpad, tapi saya tetap ingin memiliki buku ini. Kenapa? KARENA INI ADALAH NOVEL BILDUNGSROMAN! Bisa dibilang, DOAU ini cukup sekelas dengan novel The Perks Of Being A Wallflower, kurasa. Hoho.

Kalau kalian bertanya ‘what the hell is bildungsroman?’ jangan bingung. Saya dengan baik hati (uhuk) akan memperjelas, kok. Genre ini sebelas dua belas dengan genre coming-of-age atau tentang pendewasaan diri sang protagonis. Saya tergila-gila dengan genre ini karena selain unik juga mengandung unsur psikologis.

Mari lihat sinopsis. Cameyla Atwood adalah seorang ‘nerd’ yang ternyata adalah anak dari aktor dan model terkenal, kan? Di sini sudah jelas bahwa konflik yang dominan adalah man vs fate. Manusia versus takdir. Cameyla yang tidak mau tampil di depan umum dan tetap berpenampilan seadanya menggunakan kacamata tebal adalah perwujudan dari konflik ini. Ditambah, Cameyla kemudian harus tampil di hadapan umum dan juga direkrut menjadi vokalis sebuah band terkenal. Nah.

Cerita ini patut diapresiasi, saudara-saudara. Bukan cuma langka, tetapi teknik show yang digunakan penulis ini benar-benar mujur dan tepat guna (halah bahasa gue). Mau latihan menulis dengan menggunakan teknik show? Mau latihan menulis menggunakan plot yang kompleks? Baca novel ini, deh. Siapa tahu bisa jadi referensi. Saking kuatnya elemen-elemen di cerita ini, saya sampai nggak habis pikir karena ternyata penulisnya tergolong masih muda (lebih muda dari saya), tapi skill menulisnya oke untuk ukuran novel debut si penulis ini. Beneran salut, deh.

Elemen karakter juga oke punya. Cameyla yang sarkas dan cuek punya selera humor yang bagus, lho. Jauuuuuh banget dari kesan menye-menye.

Eh, tapi sepertinya keren juga kalau aku di red carpet dengan wajah masam. Kalau aku melakukannya pasti aku jadi orang pertama dengan wajah termasam dan masuk kategori ter-tidak-enak-di-foto ketika berjalan di red carpet.
Boleh juga dicoba. – hlm. 62

Karakter tokoh-tokoh lain juga nggak ada masalah. Selain Cam aku suka banget dengan Carter–tipe kakak idaman yang ganteng, perhatian dan baik hati. Tapi … kayaknya karakter Carter cenderung terlalu sempurna? xD Ah, tapi mungkin itu cuma perasaan saya aja lol.

Ada beberapa typo, aku lupa sih apa aja, tapi ya memang ada beberapa namun tidak fatal. Segi gaya bahasa oke oke aja, mengingat memang latar yang digunakan adalah Indonesia (especially Jakarta; The Metropolitan City) jadi wajar saja ada penggunaan bahasa dialog ‘gue-lo’. Banyak juga bagian yang menggunakan latar di Amrik sehingga disesuaikan dengan bahasa dialog yang baku ‘aku-kau’. Ada yang lucu sebenarnya, sewaktu Cameyla-Haris ngobrol di Amrik sekalipun, mereka tetap menggunakan dialog berbahasa Indonesia gaya ‘gue-lo’. Kind of using Bahasa as their private language, lah. Haha. Lucu banget mereka ❤

Soal cover? Saya bersyukur karena di cover DOAU TIDAK ADA embel-embel mega best seller atau apalah itu. HAHAHA. Soalnya sejauh ini, novel-novel yang lahir dari Wattpad dengan embel-embel tersebut justru overrated, sih. Ck.

Novel ini mengajarkan banyak hal, salah satunya:

“Hidup ini pilihan, Cam. Kalau ini pilihan kamu, berarti takdir akan mengikuti pilihamu itu. Jadi hadapi apa pun yang ada di depanmu. Jangan takut salah, karena kita belajar dari kesalahan,” kata Dave bijak. – hlm. 194

Ups. Ada typo dalam quote di atas wkwkwk. Oke. Mungkin sudah seharusnya saya akhiri ulasan ini, sebelum ngawur ke mana-mana. 4,5/5 for DOAU 🙂

 

Review Shelly Fw di Goodreads dapat dilihat di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s