Review Novel Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

29941171

Judul : Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

Penulis :  Gina Gabrielle

Penerbit : Inner Child Crowdfund Publisher

Rating on Goodreads : 4.1/5

Rating dari Shelly Fw : 5/5

Sinopsis : Sebuah dongeng bagi kamu, yang sudah cukup dewasa untuk kembali bermimpi.

***

“Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu…”

Seorang pria dengan Hati luka melihat kertas terbang dalam Mimpinya. Ia mengikuti arah kertas tersebut terbang, dan sampai ke Lembah Es. Ia menyangka Hatinya akan sembuh, namun ternyata Lembah Es hanyalah tempat untuk mendinginkan Hati.

Di lain tempat, tanpa ia ketahui, langit memar. Dunia terancam hancur, dan pria itulah yang dipilih untuk menyelamatkannya.

Tapi, karena tidak sanggup lagi menanggung sakit, ia memutuskan untuk selama-lamanya membekukan Hati di Lembah Es.

Lalu langit pun retak, dan hendak runtuh.

***

Diiringi dengan sajak-sajak yang menghangatkan Hati, kisah ini akan membawamu dalam perjalanan untuk menjadi sembuh—dan mengubah dunia, entah bagaimana caranya.

===

Mari menyelinap ke dalam pekatnya tinta, masuk menyelinap jauh ke bawah kesadaran manusia. Biarkan jiwamu yang melihat dan mendengar. Aku jamin, segalanya akan segera menjadi berbeda begitu kau melewati gerbang ini.
Satu, dua, tiga, empat.
Bahannya sudah lengkap. Mimpimu sudah bisa ditenun.
Empat, tiga, dua, satu.
Mari bermimpi bersamaku.
– Hlm.2

Katakanlah saya terlalu perfeksionis, tapi saya memang sempat bingung untuk mengulas novel ini. Rasanya belum cukup bila novel ini dikatakan ‘bagus’ saja atau ‘keren’ saja.

Atau mungkin sebenarnya ini bukan novel. Ini adalah masterpiece. Adikarya.

Dan pembuat kisah ini bukanlah penulis. Sama sekali bukan. Saya yakin itu. Pembuat novel ini adalah pendongeng. Mau tahu kenapa saya berkata demikian? Baca saja novelnya 🙂

… Oke. Bercanda. Tidak semua penulis adalah pendongeng, kawan. Kalau kalian membaca novel ini, kalian akan teringat dengan karya C.S Lewis. Oya, jangan salah. Meskipun cerita ini berbau dongeng, diksi yang digunakan justru cukup ringan. Asal membaca dengan hati dan pikiran yang tenang bin tenteram, pasti bisa mengikuti jalan ceritanya, kok. Hehe. Novel ini bukan hanya untuk dinikmati, tapi untuk direnungi. Kita akan diajak berimajinasi dan ‘berpetualang’. Tak hanya cerita, terdapat juga syair-syair magical yang estetis dan bermakna.

Bintang memancarkan kehangatan.
sinarnya lebih terang dalam kegelapan.
Cinta memancarkan kehangatan.
kuatnya lebih besar dari kegelapan.
– Hlm. 130

Novel ini sangat unik. Saking uniknya, teknik kepenulisan yang dipakai juga gak kalah canggih. Kalau kalian pernah dengar anthropomorphism, teknik tersebut digunakan di sini. Tokoh-tokoh yang berperan dalam novel ini—sebut saja Pangeran Landak, Putri Boneka, serta Kura-Kura Pengelana—adalah tokoh non-human yang memiliki sifat asli manusia. Teknik ini mengingatkan saya pada buku Alice in Wonderland.

Canggih, kan? Belum cukup sampai di situ, ada banyak sub-plots yang akan mengaduk-aduk pikiran dan perasaan pembaca. Saya katakan begitu karena setiap karakter memiliki kisah tersendiri, plot tersendiri. Di luar itu, semua karakter sangat matang. Salut! Soal karakter favorit, saya sangat suka Kol. Ibri :3

Plot utama cerita ini … saya beneran nggak nyangka. Bahkan si Gadis Penenun Mimpi memiliki kisah yang rumit juga! Duh, ini penulis, eh pendongeng, beneran nggak main-main bikin ceritanya. Apalagi ending-nya. Kalau nggak salah novel ini dikonsep selama sekira enam tahun hmmm… Wajar saja, sih. Menulis dongeng memang nggak seringan menulis buku harian (ya iyalah, Shell).

Oke. Rasanya saya harus sudahi ulasan ini. Semangat terus buat kak Gina, ditunggu ya karya-karya selanjutnya! 🙂

 

Review dari Shelly Fw di Goodreads dapat dilihat di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s