Review Novel Katarsis

17786536

Judul : Katarsis

Penulis :  Anastasia Aemilia

Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis : Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?

Rating Goodreads : 3,73/5

Rating dari Shelly Fw: 4/5

===

Sinting! Sinting! Sinting!

Kata itulah yang ada di benak saya selama membaca novel ini. Berhubung waktu itu saya lagi gak bisa tidur dan seorang teman merekomendasikan novel ini untuk saya, akhirnya saya ‘lahap’ Katarsis melalui iPusnas (terima kasih, iPusnas :D) dan voila! saya langsung baca sampai tamat.

Pada dasarnya saya penyuka cerita berbau gore, sih. Malah menurut saya cerita gore lebih baik daripada cerita horor (aku kan penakut, qaqa) dan novel ini sangat memuaskan dahaga saya terhadap cerita gore. HAHAHAHAHA #abaikan

Dasar wanita bodoh! Dia tidak tahu sekop itu masih di tanganku.

Warna merah itu begitu cantik. Dan tetesan yang jatuh dari jemari wanita itu begitu berseni

– Hlm 31

Isu perampokan. Penyiksaan. Pembunuhan. Sakit Jiwa. Ini novel kurang sinting apa coba? xD Oya, mari saya luruskan. Sinting yang saya maksud ini dalam arti positif, ya (lho?) tentu saja ini berlaku dalam konteks literasi loh, ya, imo. Bukan yang lain Hahahahahaha.

Kedua, cerita ini diramu dan dikemas secara cerdas. Rasanya seperti membaca cerita dengan misteri berlapis. Untuk penikmat genre psychology-thriller pasti akan jatuh cinta dengan novel ini. Plot twist? Jangan tanya. Ada beberapa, malah. Saya sendiri bahkan beberapa kali salah tebak. Haha.

Untuk karakter, saya sepertinya harus mengakui bahwa saya (awalnya) membenci karakter Tara. Ia begitu membenci orangtuanya dan selalu memanggil orangtua dengan nama. Tara adalah sosok yang pintar dan genius, sayangnya memiliki empati yang begitu minim. Barulah sejak konflik antara Tara dan Moses muncul, saya mulai kagum pada Tara. Salut!

Hm, seandainya tidak ada masalah sudut pandang, saya akan memberikan peringkat 5/5. Memang sih, awalnya perpindahan sudut pandang dalam novel ini konsisten. Bagian pertama terbagi dalam beberapa bab dengan sudut pandang Tara, bagian selanjutnya adalah bab-bab dalam sudut pandang Ello. Sayangnya, semakin mendekati akhir cerita, konsistensi sudut pandang jadi hilang. Malah bercampur-campur dengan sudut pandang ketiga (bagian percakapan telepon Tara-Alfons). Iya gak, sih? Agak disayangkan sebenarnya…

Selebihnya oke banget! Endingnya pun sama sekali nggak ketebak! Soal diksi apalagi. Salut banget karena kosakata yang digunakan simpel, tapi cukup bervariasi dan jauh dari kesan membosankan. Saya juga setuju dengan pengambilan judul ‘Katarsis’ karena yah, saya cukup mengerti kenapa novel itu diberi judul tersebut. Begitu juga dengan coveryang mendukung. Hehe.

Oya, bagian yang paling saya suka adalah bagian ‘tangki air’ –ketawa setan- xD Kalau kamu?

 

Review di Goodreads bisa dilihat di sini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s