Pesan Sang Bintang

Rapuh meradang

Mematahkan sendi-sendi harapan

Hancur tanpa meninggalkan bayang

Kering kerontang; bersemu hitam

 

Kala kepala menengadah ke langit, bahkan sinar bintang-bintang berpaling

Seakan enggan mendengar cerita lagi, enggan mencecap luka hati

Tapi itulah cinta; dapat menjelma dalam kebahagiaan pun dalam kepiluan

 

“Tetap saja,” gumam sang bintang

“Kau wanita, manusia. Aku bukan. Harapanmu baiknya kau jaga.

“Kau tak seperti diriku yang selalu memiliki harapan yang sama.”

 

Berjaga-jagalah!

Pada wanita yang berduka; terlalu buta ‘tuk menjaga harapan demi cinta.

seperti itulah pesan bintang kepada mentari senja hampir tenggelam lenyap, atau kepada besoknya; kala fajar mereka, kembali panas amarah dari pagi hingga sorenya bersama kebodohan semenit barusan.

– – –

Ada terhimpit, terjepit, mengapit, satu titik, namun tak ingin indentik, hanya serakah dengan ego sendiri. Tak penting orang lain, saat ini aku bodoh karena terlalu mencintai.

-28 November 2016, Marshall & Shelly Fw a.k.a esfladys-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s