Sajak #1 

(1)

Ringan, seringan udara

Di sini hangat, membuai asa

Kututup mata, cahaya itu tetap ada

Adakah sang penjaga? Aku ingin ia tetap di sana

 

(2)

Rasa kantuk menjemput, mungkin hingga fajar nanti

Semuanya samar, kecuali jalan menuju mimpi

Menggantikan rasa lelah yang tak terbagi

Padanya, aku berserah diri

berserah diri

 

(3)

Ringan, seringan awan

Penyelamat datang, belum terlalu malam

Bersinar dalam tentram, seterang cahaya bulan

Jika di ujung sana ada jalan, bolehkah aku menyebutnya sebagai harapan? 

[Sajak-sajak dalam cerita Dinar vs Si Kembar]

=Shelly Fw, 2015=

Advertisements

4 thoughts on “Sajak #1 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s