Ulasan Novel Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran – Mark Haddon

Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran || Mark Haddon || Penerbit KPG || terjemahan || 2004 || 312 hlm || misteri-crime-bildungsroman 

 

Satu lagi novel yang direkomendasikan oleh banyak orang. Berbeda dengan novel misteri-pembunuhan lainnya, cerita ini menggunakan sudut pandang dari seorang anak berusia lima belas tahun pengidap sindrom Asperger (salah satu dari sindrom Autisme). Ciri utama pengidap sindrom ini adalah kemampuan berkomunikasi yang sangat terbatas, ditambah pola pikir yang cenderung kaku. Di novel ini, anak tersebut bernama Christopher Boone.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Tetap saja, anak semacam itu tidak bisa dianggap sepele.

 

ice_2018-08-15-19-57-44-966-1764598152.jpg

 

Bahkan sejak Christopher mendapati Wellington—anjing milik tetangganya—sekarat karena ditusuk garpu kebun dan kemudian mati, Chris bertekad untuk menelusuri kasus itu.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Semakin Chris banyak mencari tahu, ternyata ia juga dihadapkan pada misteri lain terkait dirinya.


ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Melalui novel ini, Mark Haddon tidak hanya membuat pembaca memahami sifat Christopher, tapi juga cara berpikir anak itu. Setiap bab memiliki angka—bukan angka bulat positif, melainkan angka prima (ilmu Christopher benar² berfaedah buat saya). ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

Kupikir, bilangan prima seperti kehidupan. Bilangan prima serba logis tapi kau takkan bisa mencari aturan mainnya, sekalipun kau menghabiskan seluruh waktumu untuk memikirkan bilangan itu.
-hlm. 17-

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Chris cerdas bukan main. Ketika ia tidak bisa tenang dan pikirannya begitu kalut, ia bahkan berhitung. Berhitung, saudara-saudara! Ia sampai menalar perkalian 2 sampai pangkat ke-25.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ “Aku orang pertama yang mengikuti Ujian tingkat A di sekolahku karena sekolahku sekolah khusus.”
Dan dia berkata, “Hmm, aku sangat terkesan. Dan kuharap kau akan mendapat nilai A.”
Dan aku berkata, “Pasti.”
-hlm. 83
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Tidak. Chris tidak sombong. Sebagai pembaca, kita akan mengerti bahwa anak semacam Chris juga tidak pernah berbohong (sulit berbohong, tepatnya) jadi ucapan itu sangat polos dan apa adanya, atau berdasarkan apa yang mereka alami.

Ada banyak kejutan dalam novel ini. Menjelang bagian akhir, unsur bildungsroman di sini semakin kental. Bagaimana Chris melawan ketakutan terbesarnya (cara Mark Haddon mengangkat konflik man vs self pada Christopher saya acungi jempol), juga bagaimana anak itu melakukan perjalanan yang tak pernah ia duga, sangat menggugah hati. Terlebih, latar yang diambil adalah Negara Inggris. Saya semakin jatuh cinta pada karya ini.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Terakhir, saya memberi apresiasi yang besar untuk sang penerjemah, Pak Hendarto Setiadi. Pasti tidak mudah melakukan pekerjaan itu, karena banyak juga pembahasan bersifat ilmiah (bahkan ada pembahasan jawaban matematika di bagian lampiran, belum lagi catatan kaki sesuai pemikiran Christopher). ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

5 dari 5 poin untuk novel ini~
Sekali lagi, saya akui Mark Haddon benar-benar penulis cerdas!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s