Tentang Dingin dan Hujan 

Tuan, bolehkah kuminta agar dingin dan hujan sesekali tak bersandingan? 

Masing-masing memang sosok sang ibu dan sang bapak bagi buah hati bernama kenangan; sudilah membiarkan sang anak memilih salah satu dari mereka atau malah sendirian, karena ia telah memiliki sang bayang. 

Diri ini tak sanggup menampung mereka semua, Tuan. 
-Shelly Fw, 091117- 

Advertisements

Lacur Waktu

IMG_20170704_205507_711ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤ

ㅤ ㅤㅤ
/1/
Pada para pelacur waktu
Yang kerap melacurkan diri pada detik, menit, maupun jam yang karam
Adakah kefanaan mengusikmu?
Atau memakan waktu dengan lacur-lacur fana adalah kegemaranmu?
Sayang
Waktu tidak semurah itu ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
/2/
Dosa apa yang mengiringi kejalanganmu?
Bukankah kau terlahir dari ayah perjuangan dan rahim ibu kenangan?
apakah inangmu yang memberikan lantas membiarkan?
Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu bahkan abad bukan (sebatas) uang.
Otak diatik fanatik oleh halhal nyentrik.
Bukan goda yang bersalah
Bukan dada yang berdebar resah
namun kita–lacurlacur sang pelacur–hanya tidak memiliki jeda untuk dibuat celah. ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Acap kali beri musabab takkan sungkan mengambil dan lari
Derap, ambil lalu memuai menjadi mesin pemuas goda yang terampil.
Ya sudahlah.
Kamu-aku, sayang … tak mengenal sudah bukan?
Ya cukuplah,
cukup sudah buat ku tersedan
Hal murah memang menjelma ronta yang serta merta
Tidak payahlah dua kauizinkan dalam hasrat yang mengerat tepat
Anggap saja fana yang keseringan ialah imbuhan dalam lahap yang tak terlelap
Semogakan saja bahwa kita ialah sisipan akan dahaga yang terjaga.
Bukan penghalang santun pada ujung bundar yang tertambun
Pun tak perlu kau meminta ampun,
Pelacur harus tetap ada agar hasrat ini terus mengalun. ㅤㅤ ㅤ

ㅤ ㅤㅤ
2017: al-gattās ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
/1/ Shelly Fw
/2/ -Dea(th) ㅤ

 

Kembali

Siapa gerangan yang datang dan tinggal
Tak pernah pergi meninggalkan
Menetap, mendengar segala keluh kesah
Serta doa umat manusia

Hanya diri-Nya, bukan?

Siapa gerangan yang datang dan pergi
Kadang terlupa
Atau malah melupa
Pada diri-Nya, Sang Maha Kuasa

Siapa lagi kalau bukan manusia?

Janganlah kita menunggu atau menunda lagi
Mari kembali, pada hari yang fitri
Sucikan diri
S’makin dekat dengan Ilahi 

-Shelly Fw, 24 Juni 2017-