A Lullaby

   
You came with no sound

I’ve been searching, nothing I found

Then you whisper my name, faintly that I could remember

Caught me off guard, out of consciousness

You sang me every night without getting me afraid
   

You brought me into my darkness dream

But I never care, I’m mesmerized from the start anyway

How could I resist your melodiously hypnotizing voice?

Please, come again

   
Then you sang me a lullaby again

Swept my fear away

Though I couldn’t see, but I believe that you were there with me

   
Now I know what I want

You’re all what I need

From now on, please don’t just come and sing

Bring me to your realm instead


-Shelly Fw, 8 August 2016- 

You can also read it on wattpad here:   https://www.wattpad.com/294976324-haunted-verses-paranormal-poems-a-lullaby

#poem #paranormalpoem #sorryfortheunperfectgrammar 

Supernatural vs Paranormal

Pasti kalian pernah mendengar kata ‘supernatural’ maupun kata ‘paranormal’ kan? Oya, Supernatural yang saya maksud di sini bukan judul tv series yang dibintangi si tamvan Jensen Ackles, ya, (haha) tapi mengenai genre cerita fiksi. Bisa cerita dalam film ataupun novel. Nah, di sini akan dibahas mengenai perbedaan spesifik di antara kedua genre tersebut.

Pertama, genre supernatural. Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata supernatural? Perlu kita catat dulu bahwa dalam kata tersebut terdapat kata natural. Sebut saja misalnya manusia atau serigala. Nah, unsur supernatural ini muncul ketika bentuk natural ini menjadi sesuatu yang ‘lebih’ atau super seperti vampir, werewolf, dsb. Bisa juga bentuk natural ini merupakan benda mati seperti lemari, dan bentuk supernaturalnya yaitu cerita Lemari Pemakan Rambut karya Muhamad Rivai. Penasaran? Silakan baca di Wattpad. Haha.

Kedua, genre paranormal. Kalau kalian membayangkan seorang peramal begitu mendengar paranormal, kalian tidak salah. Paranormal adalah sesuatu di luar normal dan seringkali dihubung-hubungkan dengan kekuatan mistis. Sebenarnya paranormal lebih luas dari itu, lho. Seseorang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain, seorang indigo, atau kemampuan telekinesis termasuk ke dalam kategori paranormal. Cerita Dinar vs Si Kembar (ehem sekalian promosi xD) dan cerita Touché karya Windhy Puspitadewi adalah contoh cerita dengan genre ini.

Sudah terlihat jelas perbedaannya? Mari kita bedah sebuah cerita. Apa ya, hm, Twilight Saga! Genre apa yang dominan dalam cerita itu? Pasti ada yang berpikir fantasi, supernatural, maupun paranormal. Nah. Yang mana yang tepat?

Edward Cullen yang merupakan seorang vampir adalah bentuk dari unsur supernatural itu sendiri. Kan, bentuk naturalnya manusia. Begitu pula dengan Jacob Black, sang werewolf kece gak ketulungan yang mana bentuk naturalnya adalah yah, antara manusia dan serigala. Terus, kemampuan Edward untuk membaca pikiran orang lain? Kemampuan Alice melihat masa depan? Termasuk genre paranormal juga, dong? Jawabannya adalah ya. Cerita Twilight Saga mengandung genre supernatural sekaligus paranormal. Hanya saja, dalam cerita Twilight Saga kedua genre tersebut berupa sub-genre karena genre utamanya adalah romance… atau fantasi? Wateper lah haha. Jadi rasanya kurang tepat kalau Twilight Saga lebih condong ke genre supernatural aja atau paranormal aja.

Yuk lanjut bahas cerita selanjutnya. iZombie! (Ini cerita favorit saya banget!) Lebih condong ke mana? Supernatural karena terdapat zombie (bentuk supernatural dari manusia) atau paranormal (karena Liv bisa menerawang atau mendapatkan vision)? Jawabannya sama seperti yang di atas. Unsur supernatural dan paranormal hanya terdapat dalam sub-genre, sementara genre utamanya adalah… ya! Crime!

Gimana? Mudahan bisa sedikit memperjelas, ya. Kalau ada pertanyaan silakan tanyakan saja. Oya, postingan ini terilhami dari (cielah)
http://ourbooksourvoice.blogspot.co.id/2013/04/supernatural-vs-paranormal.html

image

Semoga bermanfaat! 😀