Stop Dreaming, Start Planning and Doing

Stop-Planning-Start-Doing-and-Achieve-More

Yep…..ini menyangkut tentang resolusi tahun baru. Bukan slogan konser ato semacamnya xD

Bukan, bukan. Post ini tidak mengajak kalian untuk berhenti bermimpi sama sekali. Itu SAHAM (salah paham) namanya.

Mari ulangi membaca judul postingan ini: Stop Dreaming, Start Planning and Doing.

See?

Intinya adalah…bahwa mimpi hanya akan menjadi mimpi tanpa proses / usaha. Kalian punya tujuan? Beginilah kira-kira gambarannya:

Sebut saja kalian bertujuan Lulus Ujian Matematika. Sebelumnya, mari kita tempatkan hal tersebut sebagai mimpi.

Maka kalian targetkan jam-jam pada hari-hari yang akan kalian habiskan untuk mempelajari Matematika, bukan? Anggaplah hal itu sebagai perencanaan (plans).

Kalian melakukannya sesuai rencana? Melakukannya namun tidak persis seperti rencana? Tidak masalah. Setidaknya kalian melakukannya kan?

Rumus yang harus kita ingat simpelnya seperti ini:  Planning + Doing = Reach your dream!

Maka itulah judul post ini. Mengajak siapapun untuk mulai merencanakan dan bergerak. MENGAJAK! Yayayaya, better said than done. Saya sendiri masih perlu menanamkan ‘mantra’ ini pada diri saya. Jadi, yuk mari merealisasikan mimpi!

Sering juga kita mendengar ungkapan ‘Stop Dreaming Start Doing’ well, tidak salah sih. Tapi daripada target-target yang ingin dicapai keteteran atau kelupaan? Seperti mengangkat jemuran (oke itu terlalu simpel) ehem, misal nih, perlu ke kantor pos, terus ke super market di sekitar tempat itu, lalu ke atm. Nah, sebisa mungkin cantumkan rencana-rencana tersebut pada notes ponsel atau semacamnya. Bisa juga misalnya dalam satu hari kita harus mengerjakan suatu laporan proyek, lalu menelepon klien, dan menjemput adik lalu membeli peralatan dapur. Nah, gamau ‘kan kita jadi lupa jemput adik (ga mungkin juga sih setega atau selupa itu)  atau malah lupa menelepon klien, atau malah lupa beli peralatan dapur? Nah, itulah gunanya perencanaan. Hal sepele atau bukan, jangka pendek atau panjang.

Setidaknya itulah gunanya notes. Di ponsel atau buku saku. Terserah. Tetap saja, Tinta lebih ampuh dibanding otak dalam hal ini. Oya, otak di sini maksudnya memori.

Sekian postingan dari saya. Semoga bermanfaat!