Quick Review: The Woman In Black

img_20160801_134449.jpg

 

Title : The Woman In Black

Writer : Susan Hill

Retold by :Margaret Tarner

Illustrated by : Annabel Large

Published by : PT. Dian Rakyat

Originally published by : David R. Godine Publisher

 

 

Synopsis:

The children wanted Arthur to tell them a ghost story. But he could not do so. His story was too horrible to tell. His story was of a lonely house among the dangerous marshes. There a woman in black with hate in her eyes waited and watched. And a child cried out in the mist.

 

Take a deep breath, fellas. It’s just me reviewing the story. Not to retell, neither to frighten you. Hehe.

As I said about this book on goodreads, this is a beautiful horror tragic story. This book scares and also amazes me at the same time! Well, I gotta admit that it amazes me more.

I hurried from the room, away from them all. I went out into the garden. I stood there in the cold and in the darkness. My heart was beating fast. I was shaking with fear. Will I never forget? Will I never find peace? – page 4

 

There. A simple yet frightening begining. Keen to see more?

 

Suddenly a pony shrieked with fear. Then I heard a sound I shall never forget. The terrible cry of a child. A child in fear of death. – page 18

 

Oh, Susan Hill. You got me no word to say! xD

 

It was the door I had found locked on my first visit to the house. It was It was the only door I could not open. Yes, the sound came from behind this door. Bump. Bump. Bump. – page 30

 

I also appreciate the illustrations that could strengthen the fright-effect. 

 

Closing statement:

Two words for this book : elegantly creepy. It also has tragic taste, which really makes this classic horror story so worth to read. End of the review 🙂 Sorry for the unperfect grammar. Hehe .

(Quick Review) Alter Ego: Nayla VS Setengah Jiwanya

19712641

Judul : Alter Ego: Nayla VS Setengah Jiwanya

 
Penulis : Rani Puspita
 
Penerbit : PT. Lintas Kata
 
Tebal : 228 hlm

 

Sinopsis:

Bahagia dirasakannya, kehilangan pun dihadapinya. Namun, apakah disebut takdir jika orang yang disayanginya satu per satu meninggalkannya. Bahkan saat menemukan cintanya, ia pun kehilangannya. Secara tidak sadar “sesuatu” telah mengubah dirinya sejak kecil. Ia pun bergelut dengan separuh jiwanya, berusaha memahami dirinya sendiri di antara masa suram. Dan di antara masa suram, masih ada seseorang yang rela menjadi bagian dalam hidupnya. Rela memberikan hal yang selama ini tidak dimilikinya. Nayla, seorang gadis remaja yang belajar untuk mengetahui siapa yang benar-benar ada untuknya. Ia juga belajar memahami bahwa ia dapat memilih untuk menjadi bahagia.

(Psst! Ini novel adalah hadiah GA dari Shafira. Coleh Shafira, ah xD)
 
Sebenarnya ini udah saya review di goodreads, sih. Hehe. Di review saya itu, saya bilang kalo itu quick review dulu. Kesannya saya akan memberi review lengkap kan, ya. Hehehe. Masalahnya, saya takut malah oot alias out of topic kalau membahas panjang lebar. Jadilah saya copas review saya itu ke sini, ya. Hehehe.

 

screenshot_2016-08-01-12-14-57-136.jpeg

Review :

Diksinya oke punya. Untuk novel psikologi memang cocok banget dipadani dengan diksi ringan, apik, dan bermakna.

Bila hanya ada keindahan di dunia ini, maka tak ada hati yang berusaha sabar dan ikhlas. Bila setiap keinginan manusia menjadi nyata, mungkin tak ada hati yang berusaha mendekat kepada Tuhannya dengan sejuta doa dan harapan. Bila setiap rencana manusia berjalan lancar, maka mereka tidak bisa belajar bahwa kecewa itu menguatkan. Hlm. 106-107

Yg kurang mungkin settingnya, maksud saya latar tempat. Di kota mana Nayla tinggal? Bandung? Bekasi? (Yg jelas memang bukan di Jakarta krn Guntur kan pindahan dr Jakarta) apa saya terlalu hanyut baca novelnya sehingga melewatkan info ini di novel? :v

Selebihnya, saya suka. Cerita ini recommended utk yg suka novel psikologi 😀