Ulasan Novel Dharitri – Nellaneva

Dharitri || Nellaneva || ICC Publisher || Terbit tahun 2017 || 376 halaman || science fiction-fantasy

Banyak yang mengira novel ini sarat akan distopia, termasuk saya. Nyatanya tidak seperti itu.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Jangan khawatir soal genre. Baik science fiction maupun fantasi terbangun dan berpadu dengan cukup baik dalam buku ini. Berlatar di tahun 2279 masehi, dikisahkan bahwa Dharitri adalah sebuah pulau yang dulunya bernama Borneo. Ya, bisa dikatakan novel ini menggunakan latar Indonesia di masa depan.

 

screenshot_2018-09-11-16-26-43-635349695297.jpeg

 

Sebuah insiden membuat Ranala Kalindra bertolak dari Unit 41 ke sebuah pulau bernama Dharitri. Dharitri tidak seperti Unit 41. Tidak modern, tidak ada polusi, tidak ada robot. Ranala sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa berakhir di pulau itu. Ia hanya tahu, ia jatuh ke sungai yang terletak di Unit 41, lalu ketika siuman ia sudah berada di Dharitri.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Begitulah cerita ini bermula. Bagian awal cerita ini memang dipenuhi narasi, tapi jangan khawatir. Cerita ini dibawakan dengan sangat mengalir dan sederhana.
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Satu hal yang saya salut dari cerita ini, sudah pasti tentang pengambilan latar Indonesia (jarang lho, novel scifi-fantasi lokal semacam ini). Juga, penamaan tokoh². Sang naga hitam milik Ranala bernama Lal—nama yang cukup adorabledan sangat cocok utk naga tersebut. Nama ‘Dharitri’ dari Bahasa Sansekerta pun memiliki wibawa tersendiri (beneran, nih). Hehe.Walaupun konflik utama baru mencuat di akhir, tapi subkonflik-subkonflik mewarnai tiap pergerakan cerita. Cukup mulus, menurut saya. Sesuai dengan kebutuhan cerita itu sendiri.

Continue reading “Ulasan Novel Dharitri – Nellaneva”

Advertisements

Ulasan Film Arrival

MV5BMTExMzU0ODcxNDheQTJeQWpwZ15BbWU4MDE1OTI4MzAy._V1_UX182_CR0,0,182,268_AL_

ARRIVAL || 2016 || Drama-mystery-thriller-science fiction|| Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker, etc || Based on the story titled ‘Story of your life’ by Ted Chiang

Poin IMDB : 7.9/10

Poin dari saya: 10/10

“You did something remarkable.

Something not even my superior has done

You changed my mind.” – Arrival

Saya menonton film ini tanpa ekspektasi apa pun. Seorang teman merekomendasikan film Arrival pada saya, lalu saya tertarik. Titik.

Singkatnya, Arrival mengisahkan seorang ahli linguistik bernama Louise (Amy Adams) yang direkrut oleh pihak militer untuk berkomunikasi dengan alien yang datang ke bumi.

Kedatangan alien itu ditandai dengan 12 buah spacecraft yang berbentuk seperti kapsul raksasa, tersebar di beberapa titik di planet bumi—salah satunya di kawasan Montana. Kedatangan yang begitu tiba-tiba dan tanpa jejak, membuat nyaris seluruh umat manusia menjadi gempar.

Bersama Ian (Jeremy Renner), Louise berusaha untuk memahami sekaligus berkomunikasi dengan alien yang disebut dengan ‘heptapod’ (makhluk asing itu memang memiliki tujuh tungkai). Heptapod ini besar, tinggi, hitam, keduanya dinamakan Abbott dan Costello (Costello bertubuh besar, sedangkan tubuh Abbott lebih kurus).

Awalnya, komunikasi kedua pihak dilakukan secara verbal. Menerjemahkannya ke bahasa manusia membutuhkan waktu yang cukup lama dan sulit minta ampun, sampai akhirnya Louise memiliki ide untuk melakukan komunikasi melalui tulisan.

Ya. Heptapod bisa menulis. Bedanya, mereka tidak membutuhkan alat untuk melakukan itu. Bahasa mereka lebih mirip simbol, tetapi tetap saja bagaimana pun juga harus dapat dimengerti oleh manusia.

Keseruan dimulai. Bahasa alien pun diterjemahkan ke bahasa manusia (meski membutuhkan waktu berminggu-minggu) dengan tujuan manusia bisa mengetahui tujuan para heptapod datang ke bumi. Apakah mereka datang sebagai musuh atau bukan? Apakah mereka akan menyerang?

Film ini tidak hanya fokus kepada interaksi manusia dan para heptapod. Kehidupan Louise yang berupa kepingan-kepingan ingatan seringkali hadir dalam benak wanita itu. Perlahan, kita sebagai penonton akan semakin mengetahui sejauh apa keterkaitan antara kehidupan Louise dengan para heptapod. Hubungan antara Hannah, Louise, heptapod, dan seluruh dunia memiliki benang merah yang sangat halus dan tidak terduga. Apa tujuan para heptapod datang dan lain sebagainya, semakin jelas seiring semua teka-teki yang kian terungkap. Kata ‘senjata’ yang dimaksud para heptapod bahkan tidak seperti yang manusia perkirakan.

Tidak. Saya tidak akan memberi spoiler di sini. Kalau Anda membutuhkan bocoran film ini, silakan mengunjungi ulasan yang lain.

Saya akan membahas film ini dari sudut pandang saya sendiri. Begini. Tidak semua film bagus dapat mengubah pola pikir saya. Arrival, yang digarap oleh tim Denis Villeneuve secara epik dan apik, mampu menggetarkan hati saya dan menginspirasi saya dalam banyak hal. Ini sungguh film yang patut diapresiasi. Belum lagi, ternyata cerita ini diadaptasi dari sebuah cerita berjudul ‘Story of Your Life’ karya Ted Chiang. Wah, sebuah cerita pendek diadaptasi ke dalam film secara memukau? Fiksi ilmiah berpadu dengan misteri, thriller, dan filosofi secara seimbang? Ya. Arrival-lah jawabannya.

Jujur, saya sampai menangis nonton film ini. Mungkin, seandainya saya membaca Story of Your Life, saya akan menangis juga.

Alasan saya sangat merekomendasikan film Arrival:

  • Dapat dinikmati nyaris semua kalangan penonton. Bisa dijadikan sebagai tontonan keluarga, misalnya.
  • Melalui film ini, banyak hal yang bisa menjadi bahan renungan.
  • Perkembangan alur dan konfliknya cukup mudah dicerna.
  • Kebanyakan orang yang menonton film ini sempat keliru menilai alur cerita yang maju-mundur, termasuk saya.
  • Karakterisasi serta konflik batin para tokoh sangat terasa.
  • BACKSOUND YANG MEREPRESENTASIKAN PIKIRAN DAN PERASAAN LOUSE DENGAN SANGAT BAIK (capslock jebol hahahahaaaa).
  • Aftertaste dari makna film ini, pastinya.
  • Ada hint di hampir setiap scene. Kalau bisa jangan lengah saat menonton wkwkwk.
  • Eksekusi cerita sangat brilian.
  • Komponen character driven lebih kental daripada plot driven.
  • Yang pasti, acting para pemeran amat sangat NATURAL.

Nah. Kalau kalian sudah menonton filmnya dan mau berbagi, yuk, mari~

Link cerita Cosmix: Terancam

Alhamdulillah naskah fiksi ilmiah saya setidaknya termasuk dalam kategori ‘Honorable Mentions’ ❤ terima kasih, Elugy~
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Pengumuman Elugy: https://elugy.com/info/pengumuman-pemenang-elugy-writing-party
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Cosmix: Terancam bisa dibaca di wattpad https://www.wattpad.com/story/131854291-cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
atau di Storial https://www.storial.co/book/cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Atau di elugy http://elugy.com/novel/cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

Review Novel Dark Matter

Data Novel Dark Matter dapat dilihat di sini

Dark Matter karya Blake Crouch

Rating Goodreads : 4,1/5

Rating dari saya : 5/5

 

Mengawali tahun 2018 dengan membaca Dark Matter ternyata memang dapat mengembalikan mood saya untuk kembali membaca. Goodbye, reading slump! (waving cheerfully)

Menggunakan sudut pandang orang pertama dan ketiga, novel ini membawa kita menyelami pikiran dan suasana hati Jason Dessen serta mengetahui segenap perubahan yang terjadi setelah suatu insiden menimpanya di Kamis malam ketika ia meninggalkan rumah. Di sisi lain, Kamis malam adalah waktu spesial Jason untuk menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarganya yaitu Daniela dan anak mereka, Charlie.

Unsur thriller di cerita ini begitu kental sejak bab pertama. Buat kalian penggemar cerita thriller dan fiksi ilmiah, novel ini sangat saya rekomendasikan. Ada pembahasan teori-teori seperti teori mekanika kuantum, strings theory dan sebagainya, tapi untuk saya yang tidak lagi mendalami ilmu fisika sejak kuliah, buku ini tetap bisa dinikmati. Gaya bahasa yang disajikan ringan dan mengalir serta terjemahannya oke, jadi jangan khawatir novel ini akan terlalu berat untuk dicerna. Okesip.

Saya juga harus bilang ini adalah novel yang cerdas. Jason Dessen saja cerdas, apalagi penulisnya, kan? Konsep dunia paralel serta unsur romance, belum lagi konflik batin yang dialami tokoh utama begitu saling melengkapi. Keterkaitan antara judul dan isi cerita pun saya rasa tidak perlu dipertanyakan lagi.

Soal bagian favorit, hmmm ini agak susah, sih. Ada ketegangan tersendiri di setiap bab cerita ini. Yang paling membuatku merinding sebenarnya bab pertama dan betapa Jason yang mulai disorientasi di dunia paralel kedua membuat saya juga seolah disorientasi (nggak lebay, kok wkwkwk). Seiring saya mengikuri alur, saya mencoba menebak ini itu, sedikit yang tepat, kebanyakan meleset xD.

Ada satu kutipan favorit saya:

“Menakutkan ketika kau memikirkan bahwa setiap hal yang kita pikirkan, semua pilihan yang bisa kita buat, akan bercabang ke dunia baru. Setelah pertandingan bisbol kita hari ini, kita pergi ke Navy Pier, lalu makan malam, ‘kan? Tapi, itu hanyalah satu versi dari apa yang terjadi. Dalam realitas berbeda, alih-alih ke dermaga, kita pergi menonton simfoni. Di realitas lainnya, kita tinggal di rumah. Dalam dunia lain, kita mengalami kecelakaan fatal di Lakeshore Drive dan tidak berhasil bertahan hidup.” – hlm. 165

Gambaran cerita Dark Matter seperti ini: bayangkan saja ketika kamu menjalani hidup seperti biasa, tiba-tiba kamu terdampar di kehidupan lain di mana kamu hidup dengan pilihan-pilihan yang sangat berbeda di kehidupan aslimu. Begitu kau tersadar, dirimu versi lain (yang berasal dari dunia yang lain) mencoba hidup di tengah kehidupan aslimu, berada di tengah-tengah orang yang kamu cintai dan menggantikan posisimu. Lalu, saat kamu berusaha untuk kembali ke dunia aslimu, kamu tahu ternyata ada belasan, puluhan, bahkan sangat banyak dirimu versi lain yang bersaing untuk menggantikan posisimu, apa pun caranya.

Coba kita lihat lagi penggalan sinopsisnya:

Apa kau bahagia dengan hidupmu?
Pernahkah kau bertanya-tanya bagaimana jika seandainya kau mengambil pilihan yang berbeda?

Jeng jeng jeng jreeeeng! Saya beneran salut deh sama Blake Crouch karena nilai filosofi di tengah cerita sci-fi menjadikan novel ini sangat unik, cerdas, sekaligus keren! Fix, ini adalah sebuah masterpice.

Sekian review dari saya~

 

 

Keterangan:

Ulasan saya di Goodreads ada di sini.  Tanggal publish ulasan ini disesuaikan dengan tanggal ulasan saya di Goodreads.

Terima kasih.

 

 

COSMIX: Terancam

Screenshot_2017-10-01-13-58-58-794~01 (2)

 

Saya juga nggak ngerti kenapa tiba-tiba kepikiran buat nulis cerita berbau science fiction-space opera. Lucu, karena saya pernah mikir kalau saya mungkin nggak akan pernah bisa nulis cerita sci-fi. Tapi kenyataan berbicara lain. Intinya, Cosmix memang cerita berseri, tapi bentuknya seri lepas, bukan berlogi-logi. Dan buku pertama Cosmix sudah selesai. Alhamdulillah. Saatnya saya kembali menyelesaikan yang lain.

 

Sinopsis:

Aku mencintai pekerjaanku sebagai kepala laboratorium. Mencintai pula tempatku bertugas. Xirth–organisasi penyelamatan semesta–adalah tempatku bekerja sekaligus rumah yang nyaman. Aku ingin seperti ayahku, Batara, yang sangat berdedikasi dalam melakukan pekerjaan.

Suatu ketika rekanku, Rhexa, menguping rapat para petinggi Xirth. Aku terpaksa turut mendengarkan dan rapat kali itu tidak seperti biasanya.

Semua Ras Manusia yang bertugas di sini terancam terkena hukuman. Ini berarti, kabar buruk yang sangat telak bagiku dan juga ayahku.

Namaku Airin. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Pssst! Night & Mare jadi cameo di cerita ini! Hehehe.

Buku pertama dari seri Cosmix ini bisa dibaca di sini.