Mengapon

Advertisements

Puisi: Jemputan

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ J E M P U T A N
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Lihat, lihat!
Paijo datang
Senyumnya menawan
Begitu kebapakan
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Penjemput kita datang
Siap mengantarkan kita semua pulang
Adakah kita merasa senang?
Atau masih betah berlari-larian?
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Lihat, lihat!
Paijo keringatan
Tapi ia tak punya saputangan
Baginya, yang penting kita dapat jemputan
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Lihat, lihat!
Paijo tak pernah berkeluh kesah
Adakah kita terpikir untuk membalas ketulusannya?
Atau kita terlalu sibuk bersenda gurau dalam kendaraan?
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Lihat, lihat!
Paijo kembali pulang
Bibirnya selalu mengembang
Wahai Pak Paijo, semoga selamat sampai tujuan
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ -Shelly Fw, 280418-

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ 📝 📝 📝
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤ Selamat Hari Puisi Nasional~
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

Link cerita Cosmix: Terancam

Alhamdulillah naskah fiksi ilmiah saya setidaknya termasuk dalam kategori ‘Honorable Mentions’ ❤ terima kasih, Elugy~
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Pengumuman Elugy: https://elugy.com/info/pengumuman-pemenang-elugy-writing-party
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Cosmix: Terancam bisa dibaca di wattpad https://www.wattpad.com/story/131854291-cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
atau di Storial https://www.storial.co/book/cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Atau di elugy http://elugy.com/novel/cosmix-terancam
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ

COSMIX: Terancam

Screenshot_2017-10-01-13-58-58-794~01 (2)

 

Saya juga nggak ngerti kenapa tiba-tiba kepikiran buat nulis cerita berbau science fiction-space opera. Lucu, karena saya pernah mikir kalau saya mungkin nggak akan pernah bisa nulis cerita sci-fi. Tapi kenyataan berbicara lain. Intinya, Cosmix memang cerita berseri, tapi bentuknya seri lepas, bukan berlogi-logi. Dan buku pertama Cosmix sudah selesai. Alhamdulillah. Saatnya saya kembali menyelesaikan yang lain.

 

Sinopsis:

Aku mencintai pekerjaanku sebagai kepala laboratorium. Mencintai pula tempatku bertugas. Xirth–organisasi penyelamatan semesta–adalah tempatku bekerja sekaligus rumah yang nyaman. Aku ingin seperti ayahku, Batara, yang sangat berdedikasi dalam melakukan pekerjaan.

Suatu ketika rekanku, Rhexa, menguping rapat para petinggi Xirth. Aku terpaksa turut mendengarkan dan rapat kali itu tidak seperti biasanya.

Semua Ras Manusia yang bertugas di sini terancam terkena hukuman. Ini berarti, kabar buruk yang sangat telak bagiku dan juga ayahku.

Namaku Airin. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Pssst! Night & Mare jadi cameo di cerita ini! Hehehe.

Buku pertama dari seri Cosmix ini bisa dibaca di sini.

 

 

Smalltalk Prompt

Btw, aku hendak menyumbang postingan²ku sebagai prompt writing hehehe. Mungkin ada yang minat? Yang ini ga terbatas waktu dan bisa kapan aja diadopsi sih. Btw prompts dariku agak beda, karena bentuknya percakapan.

 ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ  ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ 

Foto di atas adalah contoh prompt ini. Bisa diadopsi sebagian atau seluruh percakapannya. Boleh juga dikembangkan dalam bentuk puisi, prosa, cerpen, novel, atau karya bentuk lainnya. Prompts ini bisa ditengok di https://www.storial.co/book/smalltalk atau cek tagar #smalltalkprompt di instagram

(jangan lupa gunakan tagar #smalltalkprompt kalau sudah mengadopsi prompts ini ya hehe). ㅤㅤ ㅤㅤ 

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ 

ㅤㅤ  ㅤㅤ ㅤㅤ • Apakah boleh kalau aku mengadopsi prompt ini bukan dalam bentuk percakapan? Dalam narasi, misalnya?

Boleh banget.

 ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ • Bagaimana kalau aku menggunakan prompt ini pada novel atau cerpen? 

Kalau dipublish secara daring atau online, silakan tambahkan tagar #smalltalkprompt tapi kalau tidak, ya tak apa. But if you don’t mind, let me know :3 atau boleh juga post judul ceritamu saja, lalu gunakan tagar #smalltalkprompt

 ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ • Bolehkah kalau dipost di medsos lain seperti twitter atau blog? 

Bebas. Yang penting postingan usahakan bersifat publik ya, jadi bisa dilihat semua orang.

 ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ • Apa tujuan gerakan #smalltalkprompt ini?

Sederhana saja. Aku ingin gerakan kecil²an ini menjadi tantangan tersendiri yang dapat meningkatkan kreativitas.  ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ 

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ 

Salam kreatif ~❤

-Shelly Fw-  ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤ

Ketika Takdir Bicara

 

Beri aku waktu sejenak.

Agar terasa dingin dalam benak.

Tapi aku harus bergerak.

Cepat. Atau takdir lain bicara kelak.

 

 

“Bagaimana perasaanmu jika memiliki anak yang tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan?”

 

Duh, aku tak tahu harus bagaimana mengungkapkannya. Jawaban apa yang bisa diharapkan dari diri ini? Hanya satu hal yang pasti, bahwa ‘mereka’ semua akan bicara menanggapi.

 

Si angkuh akan berkata, “tak usah kau akui saja!”

 

Berbeda dengan pendapat si santun. “Itu berarti kau akan menjadi orang tua yang luar biasa.”

 

Tapi si logis juga tidak salah. “Kau tidak sendirian. Bersama pasanganmu, kalian dapat saling menguatkan.”

 

Begitu juga si optimis. “Hei, itu berarti anakmu akan sangat cemerlang di bidang lainnya.”

 

Aduh. Aku pusing!

 

Terutama dengan racauan si gengsi. “Ini memalukan!”

 

“Tidak! Ini ladang pahala!” sangkal si suci.

 

Apalagi si pesimis. “Kau telah gagal menjadi orang tua ….”

 

Gagal? Aku bergidik. Aku tidak ingin menjadi orang tua yang gagal, wahai semesta!

 

Suara siapa yang harus kuturuti? Mereka semua semakin menjadi dalam benakku. Menggerogoti ketenanganku. Yang satu menimpali yang lain. Suara satu mengalahkan sisanya.

 

Demi Tuhan, mereka saling bersikeras! Tidak satu pun di antara mereka mengenal kata ‘diam’. Seakan belum cukup, luapan mereka mengaduk-aduk perasaanku. Oh!

 

Tidak. Aku tahu seandainya itu terjadi, Tuhan takkan menolongku kecuali aku berusaha untuk menolong diri sendiri.

 

Atau setidaknya melakukan yang terbaik untuk anakku nanti.

 

Jadi, ya. Aku akan berusaha semampuku. Guna memperbaiki itu semua. Agar ‘kesimpangan’ itu dapat setidaknya teredam. Mungkin cara didikanku dan pasangan terhadapnya selama ini salah? Itu berarti harus ada yang diubah.

 

Atau masalah lainnya? Sumpah, akarnya akan kucari sampai ke ujung dunia.

 

Karena seorang anak tidak pernah salah, bukan? Titipan Tuhan satu ini bagaimana pun juga harus dijaga, dirawat, dan dibina sedemikian rupa.

 

Ah, aku tak peduli. Pokoknya, aku tidak boleh menyerah pada kenyataan demikian. Tidak boleh!

 

-Shelly Fw, 13 Maret 2017-

 

Wahai Surga Kecilku

Aku selalu tersihir oleh pesonamu. Pada segala keelokan dan harum namamu. Inginku mengunjungimu, bermain-main denganmu. Menghipnotis diri dengan buaian surgawimu. Mengabadikan segala yang tercecap semua indraku, seandainya aku mampu.

Karena aku tidak percaya mereka.  Pada yang telah menjamahmu dan menyusuri panoramamu dengan leluasa. Aku ingin merasakanmu dengan raga dan juga batinku, karena itulah aku benar-benar berharap agar suatu saat aku bisa datang ke sana—di mana kau berada.

Kata mereka, keindahanmu luar biasa. Kehijauanmu tak perlu diragukan. Suara bagpipe yang sering terdengar di sana begitu unik tak terkira. Kastil demi kastil berdiri kokoh, menunggu untuk disapa. Belum lagi aksen aduhai khas orang-orangmu. Oya, bahkan monster Loch Ness berasal dari danaumu! Benarkah itu, Ed? Bolehkah aku membuktikan semua itu sendiri?

Ed, tunggulah aku. Mungkin barang beberapa tahun lagi aku ‘kan memijakkan kaki di sana. Bersabarlah. Selepas kita bersua, aku akan mengabadikanmu dalam karya yang kelak kupersembahkan pada dunia. Ed, kau membuatku gila!

Edinburgh, aku padamu ❤

-Shelly Fw, 12 Maret 2017-

81Perjalanan-1
Edinburgh (sumber: ummi-online.com)